Tampilkan postingan dengan label tutorial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tutorial. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 Januari 2024

Driver Printer Epson L-121

Driver Printer Epson L-121

Driver Epson L121

 

Epson l121 hadir dengan mengusung fitur teknologi Ecotank dengan kapasitas tinta yang sangat besar. Untuk 1 botol penuh tinta hitam cukup untuk mencetak hingga 4.500 lembar, sedangkan untuk 1 botol tinta berwarna bisa mencetak hingga 7.500 lembar.

Selain itu, botol tinta asli dari Epson juga didesain untuk memberikan hasil kualitas cetak bervolume tinggi yang luar biasa. Setiap botolnya memiliki segelnya masing-masing untuk menjaga kemurnian tinta yang dilengkapi dengan tutup botol khusus untuk mencegah tinta berantakan saat diisi ulang.

Dengan kualitas tinta yang tahan lama dan kapasitas yang besar tersebut tentunya akan semakin menghemat biaya operasional

 

Teknologi Ecotank ini juga meningkatkan kecepatan print hingga 9 ipm untuk kertas hitam dan 4,8 ipm untuk kertas berwarna. Hal itu membuat printer Epson l121 sangat cocok dipakai untuk keperluan bisnis kecil-menengah.

Lebih dari itu, printer ini juga dilengkapi Heat-free technology, yang membuat printer ini mampu mencetak dengan cepat dengan konsumsi daya yang rendah. Hal tersebut disebabkan karena Epson l121 tidak membutuhkan panas saat mengeluarkan tinta.

 

Namun, printer keluaran tahun 2021 ini merupakan kelanjutan dari seri Epson l120. Yang sayangnya keduanya hanya bisa untuk print saja dan tidak bisa untuk scan maupun copy.

Printer ini memiliki resolusi print sebesar 720 x 720 dpi. Sekilas resolusinya memang tidak terlalu tinggi, namun itu sudah cukup untuk menghasilkan cetakan yang presisi.

 

Epson l121 memiliki total nozzle berjumlah 257. Dengan komposisi 180 nozzle untuk tinta hitam, dan 59 nozzle untuk masing-masing warna (cyan, magenta, yellow).

Printer ini kembali menghadirkan teknologi Piezoelectric Printhead, namun tidak memiliki fitur Automatic 2-sided Printing.

Jenis kertas yang bisa diprint antara lain: A4, Letter, Legal (8.5 x 14″), dengan ukuran kertas maksimum sebesar 216 x 1118 mm. Sedangkan kapasitas inputnya mencapai 50 lembar kertas biasa, dan kapasitas outputnya mencapai 30 lembar.

 

DOWNLOAD DRIVER

Baca selengkapnya

Rabu, 15 Januari 2020

Gpedit.Msc Di Windows 10 Home Edition

 

Cara Mengaktifkan gpedit.msc di Windows 10 Home Edition


Cara Mengaktifkan gpedit.msc di Windows 10 Home Edition. | GPEdit adalah singkatan dari Group Policy Editor yang digunakan untuk mengedit beberapa fitur Windows yang sangat canggih. Local Group Policy Editor (gpedit.msc) juga ada yang digunakan untuk satu komputer, tetapi ketika komputer terhubung ke jaringan, Group Policy Editor diperlukan.
Local Group Policy Editor (gpedit.msc) adalah alat Windows yang digunakan oleh Administrator untuk memodifikasi Group Policy. Group Policy  digunakan oleh Windows domain administrators untuk memodifikasi kebijakan Windows untuk semua atau PC tertentu pada domain.
Dengan bantuan gpedit.msc, Agan dapat dengan mudah mengontrol aplikasi mana yang dapat dijalankan oleh pengguna mana, Agan dapat mengunci fitur tertentu untuk pengguna tertentu, membatasi akses ke folder tertentu, memodifikasi antarmuka pengguna Windows dan daftar berjalan.

Baca juga: Cara Mengaktifkan Windows Subsystem For Linux Pada Windows 10

Group Policy Editor tidak dirancang khusus untuk pengguna rumahan; itulah mengapa itu tidak ada pada Windows 10 Home edition. Namun, hanya tersedia untuk Windows 10 Pro, Education, atau edisi Enterprise. Pada Windows 10 Home edition, jika Agan mengetikkan gpedit.msc pada kolom serach dan tekan enter, itu akan menampilkan kesalahan karena tidak diinstal di dalamnya.

Cara Mengaktifkan gpedit.msc di Windows 10 Home Edition-4

Terkadang Agan mungkin perlu gpedit.msc bekerja pada Windows 10 Home Edition Agan untuk membuat beberapa perubahan pada komputer Agan. Oleh karena itu, pada artikel ini saya membuat postingan cara mengaktifkan Group Policy Editor (gpedit.msc) di Windows 10 Home Edition.
Agan mungkin menemukan banyak tutorial untuk menginstal atau mengaktifkan gpedit.msc di Windows 10. Dari yang sangat sedikit akan bekerja, dan yang lain mungkin bekerja untuk beberapa dan mungkin tidak berfungsi banyak. Tapi, metode yang saya bagikan dalam posting ini sudah diuji oleh banyak pengguna yang menggunakan Windows 10 Home, dan itu berhasil bekerja dengan baik.
Cara Mengaktifkan gpedit.msc di Windows 10 Home Edition
Pada trik ini kita akan mengaktifkan paket GPEdit di Windows 10 Home Menggunakan DISM, oke langsung saja berikut langkah-langkah yang perlu Agan lakukan:


1.Tekan Windows Key + X lalu pilih Command Prompt (Admin).

Cara Mengaktifkan gpedit.msc di Windows 10 Home Edition-1

 

2. Ketikkan perintah berikut satu per satu dan tekan Enter setiap setelah mengetikkan perintah:

FOR %F IN ("%SystemRoot%\servicing\Packages\Microsoft-Windows-GroupPolicy-ClientTools-Package~*.mum") DO (DISM /Online /NoRestart /Add-Package:"%F")

FOR %F IN ("%SystemRoot%\servicing\Packages\Microsoft-Windows-GroupPolicy-ClientExtensions-Package~*.mum") DO (DISM /Online /NoRestart /Add-Package:"%F")

Cara Mengaktifkan gpedit.msc di Windows 10 Home Edition-2

 

3. Tunggu sampai perintah diatas menyelesaikan eksekusi, dan ini akan menginstal paket ClientTools dan ClientExtensions  pada Windows 10 Home.

Microsoft-Windows-GroupPolicy-ClientTools-Package~…~amd64~~….mum
Microsoft-Windows-GroupPolicy-ClientTools-Package~…~amd64~en-US~….mum
Microsoft-Windows-GroupPolicy-ClientExtensions-Package~…~amd64~~….mum
Microsoft-Windows-GroupPolicy-ClientExtensions-Package~…~amd64~en-US~….mum

4.Tekan Windows Key + R kemudian ketik gpedit.msc dan tekan Enter untuk membuka Group Policy Editor. Tidak diperlukan reboot untuk menjalankan Group Policy Editor.

Baca juga: Cara Mengaktifkan Retpoline Protection Windows 10

5. Perintah pada nomor 2 berhasil meluncurkanGroup Policy Editor dan GPO ini berfungsi penuh dan berisi semua kebijakan yang diperlukan persis yang tersedia di Windows 10 Pro, Education atau edisi Enterprise.

Cara Mengaktifkan gpedit.msc di Windows 10 Home Edition-3

Demikianlah tutorial cara mengaktifkan gpedit.msc di Windows 10 Home Edition, semoga bermanfaat dan terima kasih atas kunjungannya.

 

 

 

 

source

Baca selengkapnya

Jumat, 29 Maret 2019

Hiren’s BootCD PE 1.0.1/Hiren’s BootCD 15.2

Hiren’s BootCD PE 1.0.1/Hiren’s BootCD 15.2

Hiren's BootCD

   
DOWNLOAD.ID – Hiren’s BootCD PE/Hiren’s BootCD adalah program bootable cd yang berisi tool untuk memperbaiki system dari kerusakan akibat system crash, serangan virus sampai windows gagal booting.
Selain itu Hiren’s BootCD bisa dipakai untuk backup system windows, manajemen partisi harddisk sampai manajemen password windows.
Hiren’s BootCD dijalankan atau boot dari keping cd dan bisa juga boot dari usb seperti install windows dari flashdisk. Didalam Hiren’s BootCD sudah tersedia berbagai macam tool seperti:
Tool Partisi untuk manajemen partisi harddisk, dengan tool ini anda bisa membuat, memodifikasi, menghapus maupun membackup partisi harddisk dengan mudah.
Hiren’s BootCD PE adalah edisi yang dipulihkan dari Hiren’s BootCD berdasarkan Windows 10 PE x64. Karena tidak ada pembaruan resmi setelah November 2012, versi PE sedang dikembangkan oleh penggemar BootCD Hiren.
Diciptakan untuk Laptop/komputer dengan Teknologi terbaru, mendukung booting UEFI dan membutuhkan minimal 2GB RAM.
Backup dan recovery. Dengan tool komplit untuk backup system operasi, recovery lost files dll.
Antivirus tool untuk membersihkan virus tanpa melalui system operasi sehingga lebih optimal.
Testing tool untuk beberapa keperluan seperti memory tester, pengecekan kerusakan harddisk dll.
Password tool sebagai tool ampuh recovery dan modifikasi password windows seperti reset password administrator maupun modifikasi user lain.
Anda dapat mengunduh Hiren’s BootCD lewat link dibawah ini lalu burn atau bakar file iso ke cd/dvd kosong, setelah itu anda dapat menjalankan atau boot langsung di komputer/laptop dari cd, dvd dan usb drive dengan terlebih dahulu atur bios agar booting dari usb/cd.

Lisensi
Freeware

Developer
Hirensbootcd.org

Sistem Operasi
Windows XP/Vista/7/8/10

 

Hiren’s BootCD PE 1.0.1

Hiren’s BootCD 15.2

Baca selengkapnya

Selasa, 20 Maret 2018

Membuat Bootable dan Install Windows 10 dari Flashdisk

Membuat Bootable dan Install Windows 10 dari Flashdisk

cara membuat bootable flashdisk windows 10
Kamu mungkin sempat bertanya bagaimana cara membuat bootable flashdisk Windows 10 untuk install ulang yang paling mudah dan aman.
Kamu yang menginginkan install ulang Windows dipastikan harus melalui media bootable lainnya. Dahulu biasa menggunakan media CD atau DVD lalu di-burn, namun dengan semakin pesatnya perkembagan teknologi membuat kedua media tersebut digantikan oleh flashdrive atau yang sering disebut sebagai flashdisk di Indonesia. Lalu bagaimana cara install windows 10 dari flashdisk itu?
Caranya cukup mudah kok, bahkan lebih mudah daripada dulu dikarenakan semua sekarang telah difasilitasi oleh Microsoft sendiri. Nah, Gadgetren kali ini ingin berbagi cara membuat bootable flashdisk Windows 10 sesuai dengan apa yang dianjurkan oleh Microsoft jadi kamu tidak perlu takut salah langkah dan dapat dilakukan dengan mudah oleh orang awam sekalipun.
Baca Juga :
Kalau kamu yang sudah mempunyai file .ISO Windows bisa langsung mengikuti tahap 2, sedangkan buat kamu yang belum tahu bagaimana mendapatkannya bisa mengikuti langkah ini dari awal. Berikut cara membuat bootable flashdisk Windows 10 sesuai dengan anjuran Microsoft.

Tahap 1

  • Download Media Creation Tools.
  • Jalankan Media Creation Tools dan download file .ISO Windows dengan cara memilih Create Installation Media for Another PC.
MCT Create Media Installation
  • Pilih jenis bahasa, edisi Windows dan arsitektur. Jika kamu tidak mengetahui arsitektur mana yang harus digunanakan, maka pilih saja Both dengan ukuran ISO yang sedikit lebih besar (sekitar 6GB).
MCT Windows Version
  • Selanjutnya terdapat dua pilihan, yakni ISO File atau USB Flash Drive. Kamu di sini bisa langsung memilih USB Flash Drive, namun sebaiknya membuat ISO saja terlebih dahulu sehingga jika saat proses membuat bootable gagal kamu tidak harus download kembali.
MCT ISO File
  • Pilih lokasi tempat file ISO akan disimpan, lalu tunggu hingga proses selesai. Berapa lama waktu yang dibutuhkan menyesuaikan dengan kecepatan download internet kamu.
MCT Progress
(klik untuk perbesar)

Tahap 2

  • Download dan jalankan Windows 7 USB/DVD Download Tool. Walaupun namanya ada Windows 7, namun tenang saja karena aplikasi ini tetap bisa digunakan untuk cara membuat bootable flashdisk Windows 10.
  • Pilih ISO Windows 10 yang telah terunduh sebelumnya.
Win USB Tool Browse
  • Pilih tipe media yang akan menjadi bootable. Pada kasus ini maka kamu harus memilih USB Device, namun jika kamu ingin menggunakan media DVD juga bisa.
Win USB Tool Device
  • Pilih flashdrive yang diinginkan, sebaiknya yang ingin dijadikan bootable flashdrive minimal berkapasitas 8GB. Perlu diingat juga bahwa proses ini akan menghapus seluruh data yang tersimpan akibat harus melakukan format terlebih dahulu, jika kamu sudah yakin maka pilih Erase USB Device.
Win USB Tool Bootable
  • Tunggu proses hingga selesai, pada tahap ini biasanya memakan waktu sekitar 30 menit tergantung kecepatan transfer dari flashdrive yang kamu miliki.
Win USB Tool Progress

Seperti itu lah cara membuat bootable dan cara install windows 10 dari flashdisk sesuai dengan langkah yang dianjurkan oleh Microsoft, cukup mudah bukan? Sebenarnya kamu juga bisa menerapkan cara ini untuk versi Windows lainnya seperti Windows 7 hanya saja untuk file ISO-nya harus didapatkan dengan cara lain.


Sekian tips mengenai Windows , tunggu tips maupun trik lainnya yang dipastikan berguna untuk diketahui.
Baca selengkapnya

Mengatasi Windows 7 Build 7601 This Copy of Windows is not Genuine

Cara Mengatasi Windows 7 Bulid 7601 This Copy of Windows is not Genuine
Mungkin hari ini anda sedang bingung dan cemas melihat layar anda menjadi hitam dan terdapat tulisan di sisi kanan bawah pada desktop anda. Yang bertulisan " Windows 7 bulid 7601 This Copy of Windows Is Not Genuine" dan mungkin sebagian orang bertanya, Apa yang terjadi pada komputer saya ?. Yaaaa pernyataan ini membuktikan bahwa windows anda adalah windows bajakan, atau bisa dibilang windows anda tidak asli. Pasti beli CD windows nya 35 rb heheheh. Tenang tidak hanya ada, saya pun begitu. Yaaa mau bagaimana lagi, mau beli yang asli, tapi mahal. Namun kalian tidak perlu khawatir, admin di sini punya solusi untuk mengatasinya.
Berikut ini langkah-langkah cara mengatasinya ;
 
Langkah Pertama

Klik kanan pada CMD dengan perintah Run as Administrator, seperti gambar dibawah ini.
Cara Mengatasi Windows 7 Bulid 7601 This Copy of Windows is not Genuine
(Contoh 1.1)
Langkah Kedua

Ketik "slmgr.vbs /upk" (Tanpa tanda " ) lalu ENTER (Contoh2.1) . Setelah itu muncul pembetahuan "Uninstalled product key successfully". Setelah itu Ketik "slmgr.vbs /rearm" (Tanpa tanda " ) Lalu ENTER (Contoh 2.2). Setelah itu muncul pemberitahuan lagi seperti pada gambar (Contoh 2.2). Setelah melakukan 2 langkah tersebut, lihatlah tulisan di sebelah kanan bawah pada desktop. Windows anda telah Genuine sepenuhnya. Setelah Itu Restart Komputer/Laptop anda.
Cara Mengatasi Windows 7 Bulid 7601 This Copy of Windows is not Genuine
(Contoh 2.1)
 
Cara Mengatasi Windows 7 Bulid 7601 This Copy of Windows is not Genuine
(Contoh 2.2)
 
Pada beberapa kasus 2 langkah ini dapat langsung mengatasi masalah anda. Namun beberapa kasus juga 2 langkah ini tidak langsung mengatasi masalah anda. Nahhh untuk itulah admin akan menjelaskan langkah - langkah yang lainnya. Berikut langkah - langkah yang harus anda lakukan agar windows anda menjadi Genuine ;
 
Langkah Pertama
Masuk ke CMD sama seperti langkah pertama di atas, lalu Ketik "slmgr.vbs /upk" (Tanpa tanda " ) lalu ENTER. Nahhhh seperti apa yang admin bilang tadi, kondisi berbeda dialami oleh pengguna windows lainnya. Ketika mengetik "slmgr.vbs /upk" (Tanpa tanda " ), akan muncul pernyataan
"is not recognized as an internal or external command operable program or batch file". Ini menyatakan bahwa file "slmgr.vbs" tidak diketahui atau tidak dikenali di dalam program komputer.
Cara Mengatasi Windows 7 Bulid 7601 This Copy of Windows is not Genuine
 
Langkah Kedua
Langkah selanjutnya sangat sederhana dan mudah, yang anda harus lakukan adalah, mencari file "slmgr.vbs" yang berada di "System32". Caranya masuk ke Local disk C/Windows/System32, Setelah masuk ke direktori "System32". Langkah selanjutnya cari lah file "slmgr.vbs.removewat". Lalu hapus "removewat" sehingga menghasilkan "slmgr.vbs".
 
Cara Mengatasi Windows 7 Bulid 7601 This Copy of Windows is not Genuine
 
Langkah Ketiga
Setelah file menjadi "slmgr.vbs" maka selanjutnya, masuk ke CMD lagi dan ketik "slmgr.vbs /upk" dan lanjut ke " slmgr.vbs /rearm" sama seperti di atas. Nahhh pada kasus tertentu juga, akan muncul portal pemberitahuan seperti gambar dibawah ini. Ketika anda mengalami masalah ini, yang anda harus lakukan adalah melanjutkan langkah berikutnya.
Cara Mengatasi Windows 7 Bulid 7601 This Copy of Windows is not Genuine
Langkah Keempat
Maksud Windows Script Host diatas, menunjukkan bahwa akses ke windows script host di nonaktifkan alias di disabled. Nahhh tujuan anda selanjutnya adalah, anda harus mengaktifkan windows script host menjadi enabled. Caranya tekan Windows + R, maka akan masuk ke perintah "RUN". Setelah itu ketik "Regedit" seperti pada gambar di bawah ini. Lalu Klik OK.
Cara Mengatasi Windows 7 Bulid 7601 This Copy of Windows is not Genuine
Langkah Kelima
Setelah melakukan langkah sebelumnya, maka lanjut ke langkah berikutnya, yaitu dengan memasuki beberapa data di "Registry editor" pilih
HKEY_CURRENT_USER > SOFTWARE > MICROSOFT > WINDOWS SCRIPT HOST > SETTING. Setelah masuk ke setting, Klik kanan pada Enabled lalu pilih Modify.
 
Cara Mengatasi Windows 7 Bulid 7601 This Copy of Windows is not Genuine
 
Langkah Keenam
Langkah terakhir ini menjadi penghujung pembahasan admin kali ini. Hal terakhir yang harus dilakukan adalah dengan mengubah Value data yang awalnya 0 menjadi 1. Sesuai seperti gambar. Setelah mengganti 0 menjadi 1, terus Klik OK. Setelah itu lakukan Langkah Pertama dan Kedua seperti yang diatas pertama kali. Klik di CMD "slmgr.vbs /upk" (Tanpa tanda " ) DAN "slmgr.vbs /rearm". Setelah semua langkah selesai di lakukan, maka lihatlah windows anda.
Cara Mengatasi Windows 7 Bulid 7601 This Copy of Windows is not Genuine
Baca selengkapnya

Minggu, 17 Juli 2016

Network and IP address calculator

Network and IP address calculator

ip calculator

 

Network and IP address calculator

This page requires Javascript to be enabled!

IP/Netmask: (input format examples: 10.0.0.5/24 or 10.0.0.5 255.255.255.0)

result:
Usable addresses:
Mask: =
Mask as hex:
Network:
First usable:
Last usable:
Broadcast:


Converters for Network and IP address

Subnet netmask dotted decimal to CIDR notation (bits format)


result: /


Class C subnet calculator

number of subnets to create:

result:

mask: / dotted dec. mask:
amount of usable host addresses per subnet:
addresses in each subnet:


Number of required addresses to netmask

number of addresses needed:

result:

mask: / dotted dec. mask:
usable amount of addresses:


Dotted decimal IP-address or mask to binary and hex



result:

Bin:
Hex:


Hex IP-address or mask to dotted decimal



result:

dotted decimal:
Bin:


IP-address bit-complement (inverted IP) calculator

result:


Network Mask to amount of usable addresses

Mask: /

result:

Usable amount of addr: Total number of addr:
Netmaks in dotted decimal format:


Number converter: decimal => bin, hex

Dec:


result:

Bin:
Hex:
 

Number converter: binary => dec, hex

Bin:


result:

Dec:
Hex:
 

Number converter: Hex => dec, bin

Hex:


result:

Dec:
Bin:


IP Multicast address ranges

All multicast addresses can easily be recognized because they start with the bit pattern "1110".

224.0.0.0 - 224.0.0.255 Well-known multicast addresses, control channels
224.0.1.0 - 238.255.255.255 Globally-scoped (Internet-wide) multicast addresses
239.0.0.0 - 239.255.255.255 Local multicast addresses

Special and private address ranges

Private address ranges are not routed on the Internet and can be freely allocated in any private network. NAT (network address translation) is required when connecting such a network to the Internet.

Private network addresses (RFC1597/RFC1918 addresses):
10.0.0.0 - 10.255.255.255 A 24-bit block, /8, class A network
172.16.0.0 - 172.31.255.255 A 20-bit block, /12, set of 16 contiguous class B network numbers
192.168.0.0 - 192.168.255.255 A 16-bit block, /16, set of 255 contiguous class C network numbers

Special addresses:
127.0.0.0 - 127.255.255.255 Special address range for the localhost. You can normally not use those addresses for anything else. 127.0.0.1 is generally assigned to the loopback device
0.0.0.0 Special host address commonly reserved for the default route

Overview of common subnets and masks

Mask Hosts  Usable Netmask          Hex Mask
/30  4      2      255.255.255.252  fffffffc  this is 1/64 of a Class C net
/29  8      6      255.255.255.248  fffffff8  this is 1/32 of a Class C net
/28  16     14     255.255.255.240  fffffff0  this is 1/16 of a Class C net
/27  32     30     255.255.255.224  ffffffe0  this is 1/8 of a Class C net
/26  64     62     255.255.255.192  ffffffc0  this is 1/4 of a Class C net
/24  256    254    255.255.255.0    ffffff00  this is a Class C net
/23  512    510    255.255.254.0    fffffe00  these are 2 Class C net
/22  1024   1022   255.255.252.0    fffffc00  these are 4 Class C net
/21  2048   2046   255.255.248.0    fffff800  these are 8 Class C net
/20  4096   4094   255.255.240.0    fffff000  these are 16 Class C net
/19  8192   8190   255.255.224.0    ffffe000  these are 32 Class C net
/18  16384  16382  255.255.192.0    ffffc000  these are 64 Class C net
/17  32768  32766  255.255.128.0    ffff8000  these are 128 Class C net
/16  65536  65534  255.255.0.0      ffff0000  these are 256 Class C net = Class B net


© Guido Socher, version 2015-12-18
This page is operting system independent. It only requires a javascript capable webbrowser. You can install it locally on your PC just by saving this html page.

Baca selengkapnya
Daftar ISI

Daftar ISI

Memuat…
Baca selengkapnya

Sabtu, 09 Juli 2016

PENGENALAN DIREKTORI, SYNTAX DASAR PADA LINUX DAN PERMISSION

Orientasi utama dari Unix adalah penggunaan antarmuka baris perintah, dan warisan ini ikut terbawa ke Linux. Jadi antarmuka pengguna berbasis grafik dengan jendela, ikon dan menunya dibangun di atas dasar antarmuka baris perintah. Lagipula, hal ini berarti bahwa sistem berkas Linux tersusun agar dapat dengan mudah dikelola dan diakses melalui baris perintah
DIREKTORI
Sistem berkas Linux dan Unix diorganisir dalam struktur hirarki, seperti pohon. Level tertinggi
dari sistem berkas adalah / atau direktori root. Dalam filosofi disain Unix dan Linux, semua
dianggap sebagai berkas, termasuk hard disks, partisi dan removable media. Ini berarti bahwa
semua berkas dan direktori (termasuk cakram dan partisi lain) ada di bawah direktori root.
Sebagai contoh :
“ /home/sijup/slide instalasi ”

Menampilkan alur (path) keberkas belajar.odt yang ada di dalam direktori iyan yang mana ada di bawah direktori home, yang berada di bawah direktori root (/).



Di bawah direktori root (/), ada beberapa kumpulan direktori sistem penting yang umum
digunakan oleh banyak distribusi Linux lainnya.


Berikut ini adalah daftar dari direktori umum yang berada tepat di bawah direktori root (/) :

/bin/
Setiap distro GNU/Linux pasti memiliki direktori ini. Direktori /bin ini merupakan tempat dari
aplikasi untuk operasi dasar system seperti “ls”, “grep”,”mkdir” dan aplikasi penting lainnya.
/boot/
Seperti namanya, direktori ini adalah tempat GNU/Linux meletakan semua aplikasi dan file-file
cofigurasi untuk dapat menjalankan GNU/Linux. Kernel atau jantung system operasi terdapat
disini. Apabila anda melihat ke dalam direktori ini, maka anda akan menemukan sebuah file
yang bernama vmlinuz. File itu lah yang disebut sebagai kernel GNU/Linux.
/dev/
Direktori ini adalah direktori tempat GNU/Linux menyimpan hardware yang terbaca oleh kernel.
Pada system operasi GNU/Linux, hardware anda akan diperlukan sebagai sebuah file. Anda
dapat melakukan operasi seperti saat menggunakan file. Sebagai contoh /dev/sr0 adalah
CDRom anda atau /dev/sda adalah hardisk anda. Anda dapat membaca dari Cdrom atau
/dev/sr0 hanya dengan mengopi iso file tersebut.
/etc/
Anda dapat menemui file-file settingan yang dibutuh kan oleh GNU/Linux didalam direktori ini.
Misalnya file /etc/fstab ini adalah file yang digunakan system GNU/Linux saat melakukan mount
hardsik.
/home/
Masing-masing user yang terdapat di system operasi Linux akan memiliki tempat kerja mereka
di subdirektori yang terdapat di dalam direktori ini. Misalnya saja anda memiliki user “ilkom”,
maka home direktori ilkom terdapat di /home/ilkom/. Karena file sytem Linux yang terkenal
aman, hanya pemilik direktori dan root saja yang bisa melihat isi dari direktori /home/ilkom.
/lib/
Disini Linux meletakkan shared library utama yang dibutuhkan system. Shared library sama
dengan file *.DLL di system operasi Windows. Disini juga terdapat subdirektori yang nama nya
sama dengan versi dari kernel yang sedang dipakai. Direktori itu adalah tempat menyimpan
modul kernel, seperti driver dan dukungan file system.
/media/
Berbeda dengan Windows yang membaca partisi device sebagai drive. Linux membaca partisi
sebagai file. Apabila Windows menggunakan Drive D:/ atau F:/ untuk melambangkan USB
flashdisk misalnya. Maka Linux melambangkan dengan /dev/sda1 atau /dev/sdb1. Saat anda
memasukkan flashdisk atau removable disk ke dalam system Linux, maka akan secara
otomatis dikaitkan ke subdirektori di dalam /media/.
/mnt/
Direktori ini hampir sama fungsinya seperti /mnt/, namun bedanya adalah direktori ini memuat
hasil kait dari partisi yang sudah ditentukan sebelumnya. Artinya tidak dinamis. Ketentuan isi
direktori kait /mnt terdapat di file /etc/fstab
/opt/
Sama seperti “/bin”, /opt juga merupakan tempat meletakkan aplikasi. Namun aplikasi yang
diletakkan disni biasanya bersifat optional.
/sbin/
Aplikasi yang digunakan untuk melakukan manajemen system terdapat 5 disini. Biasanya
hanya root yang dapat menggunakan aplikasi yang ada di direktori ini. Contoh aplikasi yang
terdapat disini adalah “mount” dan “fsck”.
/srv/
Direktori ini berisi file-file yang digunakan oleh system untuk menyelenggarakan service. Contoh
nya apache meletakkan data nya disini.
/tmp/
Direktori ini adalah tempat aplikasi menulis file temporary mereka. Setiap user atau aplikasi
dapat hak untuk menulis disini.
/usr/
Direktori ini berisi semua aplikasi yang dibutuhkan oleh user dan semua yang berhubungan
dengan aplikasi tersebut, source code semua aplikasi biasa diletakkan disini tidak terkecuali
source code dari kernel Linux.
/var/
Direktori ini berisi file-file dan berbagai subdirektori yang isinya berubah seiring dengan
berjalannya system. Terdapat beberapa direktori menarik yang terdapat didalam sini. Salah
satunya /var/log/ yang berisi log dari apa yang system kerjakan.
/root/
Root adalah account special. Begitu pula home direktori nya. Home direktori root tidak
disatukan dengan pengguna lainnya, melainkan ada di /root/.
/proc/
Direktori ini adalah direktori special. Isi dari direktori ini akan berubah setiap saat. Setiap ada
aplikasi yang dijalankan akan membuat satu direktori dengan nama sesuai pid aplikasi tersebut.
Direktori ini akan kosong saat system dimatikan. Anda akan memanipulasi jalannya kernel
dengan mengedit file yang ada disini.

SYNTAX DASAR
Sebagai panduan Anda, berikut adalah daftar perintah secara alfabet. Sebenarnya, Anda dapat saja Menekan “Tab” dua kali untuk melihat semua kemungkinan perintah yang dapat digunakan. Misalnya Anda ingin mengetahui perintah apa saja yang dimulai dengan huruf a, maka Anda cukup mengetikkan tombol “A” lalu tekan tombol “Tab” dua kali!
&
Perintah & digunakan untuk menjalan perintah di belakang (background) Contoh:
wget http://id.wikibooks.org &
Perintah & dipakai dibelakang perintah lain untuk menjalankannya di background. Apa itu jalan
di background? Jalan dibackground maksudnya adalah anda membiarkan sistem untuk
menjalankan perintah sendiri tanpa partisipasi anda, dan membebaskan shell/command prompt
agar bisa dipergunakan menjalankan perintah yang lain.
adduser
Perintah adduser digunakan
untukmenambahkan
user.
Biasanya hanya dilakukan oleh root untuk menambahkan user atau account yg baru. Setelah perintah ini bisa dilanjutkan dengan perintah passwd, yaitu perintah untuk membuat password bagi user tersebut. Contoh:
# adduser ibt
# passwd dr@gon#
Perhatikan bahwa semua perintah yang membutuhkan akses root, di sini saya tulis dengan dengan menggunakan tanda #, untuk memudahkan Anda membedakannya dengan perintah yang tidak perlu akses root. Jika Anda menjalankan perintah adduser, Anda akan diminta memasukkan password untuk user yang Anda buat. Isikan password untuk user baru tersebut dua kali dengan kata yang sama.

alias
Digunakan untuk memberi nama lain dari sebuah perintah. Alias digunakan untuk memudahkan agar tidak harus mengetikkan perintah yang panjang, tapi cukup aliasnya saja. Misalnya bila Anda ingin perintah ls dapat juga dijalankan dengan mengetikkan perintah dir, maka buatlah aliasnya sbb:
$ alias dir=ls
Kalau Anda suka dengan tampilan berwarna-warni, cobalah bereksperimen dengan perintah
berikut:
$ alias dir="ls -ar --color:always"
Untuk melihat perintah-perintah apa saja yang mempunyai nama lain saat itu, cukup ketikkan alias saja (tanpa argumen). Lihat juga perintah unalias.
apt-cache
Untuk mencari aplikasi yang telah didownload oleh apt-get.
$ apt-cache search apache2
apt-get
Untuk menginstall atau uninstall aplikasi di linux, sebagian keluarga linux yang menggunakan adalah debian dan turunannya.
Contoh untuk menginstall aplikasi apache:
$ apt-get install apache2


Untuk mengecek pembaruan dari aplikasi yang terinstall di linux.
$ apt-get update
Untuk memperbarui aplikasi di linux, biasanya digunakan setelah apt-get update.
$ apt-get upgrade
bgUntuk meminta sebuah proses yang dihentikan sementara(suspend) agar berjalan di background. Misalnya Anda sedang menjalankan sebuah perintah di foreground (tanpa diakhiri perintah &) dan suatu saat Anda membutuhkan shell tersebut maka Anda dapat memberhentikan sementara perintah tersebut dengan Ctrl-Z kemudian ketikan perintah bg untuk menjalakannya di background. Dengan cara ini Anda telah membebaskan shell tapi tetap mempertahankan perintah lama berjalan di background. cat Menampilkan isi dari sebuah file di layar.
$ cat /etc/hostname
Dengan perintah cat kita membaca isi dari file hostname pada direktory /etc
cd
fungsi perintah cd adalah untuk masuk ke dalam direktory ato folder
kita coba masuk ke folder Desktop pada /home/kakekgalau
chgrp
Perintah ini digunakan untuk merubah kepemilikan kelompok file atau direktori. Misalnya untuk
memberi ijin pada kelompok atau grup agar dapat mengakses suatu file. Sintaks penulisannya
adalah sbb:
# chgrp <grup baru> <file>
chmod
Digunakan untuk menambah dan mengurangi ijin pemakai untuk mengakses file atau direktori.
Anda dapat menggunakan sistem numeric coding atau sistem letter coding. Ada tiga jenis
permission/perijinan yang dapat dirubah yaitu:
1. r untuk read,
2. w untuk write, dan
3. x untuk execute.
Dengan menggunakan letter coding, Anda dapat merubah permission diatas untuk masing-
masing u (user), g (group), o (other) dan a(all) dengan hanya memberi tanda plus (+) untuk
menambah ijin dan tanda minus (-) untuk mencabut ijin.
Misalnya untuk memberikan ijin baca dan eksekusi file coba1 kepada owner dan group,
perintahnya adalah:
$ chmod ug+rx coba1
Untuk mencabut ijin-ijin tersebut:
$ chmod ug-rx coba1
Dengan menggunakan sitem numeric coding, permission untuk user, group dan other
ditentukan dengan menggunakan kombinasi angka-angka, 4, 2 dan 1 dimana 4 (read), 2 (write)
dan 1 (execute).
Misalnya untuk memberikan ijin baca(4), tulis(2) dan eksekusi(1) file coba2 kepada owner,
perintahnya adalah:
$ chmod 700 coba2
testing dicoba
$ chmod 644 coba3
Perhatian: Jika Anda hosting di server berbasis Linux, perintah ini sangat penting sekali bagi
keamanan data Anda. Saya sarankan semua direktori yang tidak perlu Anda tulis di chmod 100
(jika Apache jalan sebagai current user (Anda)) atau di chmod 501 jika Apache jalan sebagai
www-data atau nobody (user lain).
chown
Merubah user ID (owner) sebuah file atau direktori
$ chown <user id> <file>
cp
Untuk menyalin file atau copy. Misalnya untuk menyalin file1 menjadi file2:
$ cp <file1> <file2>
fg
Mengembalikan suatu proses yang dihentikan sementar(suspend) agar berjalan kembali di
foreground. Lihat juga perintah bg diatas.
find
Untuk menemukan dimana letak sebuah file. Perintah ini akan mencari file sesuai dengan
kriteria yang Anda tentukan. Sintaksnya adalah perintah itu sendiri diikuti dengan nama direktori
awal pencarian, kemudian nama file (bisa menggunakan wildcard, metacharacters) dan terakhir
menentukan bagaimana hasil pencarian itu akan ditampilkan. Misalnya akan dicari semua file
yang berakhiran .doc di current direktori serta tampilkan hasilnya di layar:
$ find . -name *.doc -print
Contoh hasil:
. /public/docs/account.doc
. /public/docs/balance.doc
. /public/docs/statistik/prospek.doc
./public/docs/statistik/presconf.doc
grep
Global regular expression parse atau grep adalah perintah untuk mencari baris-baris yang
mengandung teks dengan kriteria yang telah Anda tentukan pada file yang diberikan.
Format perintah:
$ grep [opsional] <teks> <file>
Misalnya akan dicari file-file yang mengandung teks marginal di current direktori:
$ grep marginal <file>
diferent.doc: Catatan: perkataan marginal luas dipergunakan di dalam ilmu ekonomi prob.rtf:
oleh fungsi hasil marginal dan fungsi biaya marginal jika fungsi prob.rtf: jika biaya marginal dan
hasil marginal diketahui maka biaya total.
Gzip
Ini adalah software kompresi zip versi GNU, fungsinya untuk mengkompresi sebuah file.
Sintaksnya sangat sederhana:
$ gzip <namafile>
Walaupun demikian Anda bisa memberikan parameter tertentu bila memerlukan kompresi file
yang lebih baik, silakan melihat manual page-nya. Lihat juga file tar, unzip dan zip.
hostname
Untuk menampilkan host atau domain name sistem dan bisa pula digunakan untuk mengesset
nama host sistem.
Contoh pemakaian:
[user@localhost mydirectoryname] $ hostname
localhost.localdomain
kill
Perintah ini akan mengirimkan sinyal ke sebuah proses yang anda tentukan. Tujuannya adalah
menghentikan proses. Format penulisan:

$ kill <sinyal> <pid>
PID adalah nomor proses yang akan di hentikan. Tidak tahu PID proses mana yang mau
dibunuh? Cobalah bereksperimen dengan perintah:
ps aux | grep <myusername>
less
Fungsinya mirip perintah more
ls
Menampilkan isi dari sebuah direktori seperti perintah dir di DOS. Anda dapat menggunakan
beberapa option yang disediakan untuk mengatur tampilannya di layar. Bila Anda menjalankan
perintah ini tanpa option maka akan ditampilkan seluruh file nonhidden (file tanpa awalan tanda
titik) secara alfabet dan secara melebar mengisi kolom layar. Option -la artinya menampilkan
seluruh file/all termasuk file hidden(file dengan awalan tanda titik) dengan format panjang
man
Untuk menampilkan manual page atau teks yang menjelaskan secara detail bagaimana cara
penggunaan sebuah perintah. Perintah ini berguna sekali bila sewaktu-waktu Anda lupa atau
tidak mengetahui fungsi dan cara menggunakan sebuah perintah.
$ man <perintah>
Untuk keluar dari halaman manual, tekan tombol "q".
mesg
terminal. Misalnya mesg Anda dalam posisi y maka user lain bisa menampilkan pesan di layar
Anda dengan write atau talk.
$ mesg y atau mesg n
Gunakan mesg n bila Anda tidak ingin diganggu dengan tampilan pesan-pesan dari user lain.
mkdir
Membuat direktori baru, sama dengan perintah md di DOS.
Contoh : mkdir <nama folder> kemudian enter
$mkdir mahasiswa
mount
Perintah ini akan me-mount filesystem ke suatu direktori atau mount-point yang telah
ditentukan. Hanya superuser yang bisa menjalankan perintah ini. Untuk melihat filesystem apa
saja beserta mount-pointnya saat itu, ketikkan perintah mount. Perintah ini dapat Anda pelajari
di bab mengenai filesystem. Lihat juga perintah umount.
$ mount
/dev/hda3 on / type ext2 (rw)
none on /proc type proc (rw)
/dev/hda1 on /dos type vfat (rw)
/dev/hda4 on /usr type ext2 (rw)
none on /dev/pts type devpts (rw,mode=0622)
mv
Untuk memindahkan file dari satu lokasi ke lokasi yang lain. Bila argumen yang kedua berupa
sebuah direktori maka mv akan memindahkan file ke direktori tersebut. Bila kedua argumen
berupa file maka nama file pertama akan menimpa file kedua. Akan terjadi kesalahan bila Anda
memasukkan lebih dari dua argumen kecuali argumen terakhir berupa sebuah direktori.
nano
Salah satu editor di linux, seperti halnya notepad di windows. Contoh untuk mengedit suatu file.
$ nano /etc/apt/sources.list
Setelah selesai untuk menyimpan menggunakan ctrl+o dan untuk keluar menggunakan ctrl+x.
passwd
Digunakan untuk mengganti password. Anda akan selalu diminta mengisikan password lama
dan selanjutnya akan diminta mengisikan password baru sebanyak dua kali. Password
sedikitnya terdiri dari enam karakter dan sedikitnya mengandung sebuah karakter.
pwd
Print working directory, atau untuk menampilkan nama direktori dimana Anda saat itu sedang
berada.
$ pwd
Contoh Hasil:
/home/user
rm
rm atau remove digunakan untuk menghapus file. Secara default, tidak menghapus direktori.
Contoh Pengunaan:
$ rm [opsi] <file>
rmdir
rmdir atau remove directory(ies) digunakan menghapus direktori, apabila kosong.
Contoh Pengunaan:
$ rmdir <direktori>
scp
Untuk menyalin file dari satu host ke host lainnya. contoh mengirim file buku.txt dari host
192.168.1.1 dengan user aku.
$ scp aku@192.168.1.1:/home/buku.txt /home/
su
Untuk login sementara sebagai user lain. Bila user ID tidak disertakan maka komputer
menganggap Anda ingin login sementara sebagai super user atau root. Bila Anda bukan root
dan user lain itu memiliki password maka Anda harus memasukkan passwordnya dengan
benar. Tapi bila Anda adalah root maka Anda dapat login sebagai user lain tanpa perlu
mengetahui password user tersebut.

tail
Menampilkan 10 baris terakhir dari suatu file. Default baris yang ditampilkan adalah 10 tapi
Anda bisa menentukan sendiri berapa baris yang ingin ditampilkan:
$ tail <jumlah baris> <file>
tar
Menyimpan dan mengekstrak file dari media seperti tape drive atau hard disk. File arsip
tersebut sering disebut sebagai file tar. Sintaknya sebagai berikut:
$ tar <aksi> <option> <file atau direktori>
Contoh:
$ tar -czvf namaFile.tar.gz /nama/direktori/*
Perintah di atas digunakan untuk memasukkan semua isi direktori, lalu dikompres dengan
format tar lalu di zip dengan gzip, sehingga menghasilkan sebuah file bernama namaFile.tar.gz
$ tar -xzvf namaFile.tar.gz
Perintah di atas untuk mengekstrak file namaFile.tar.gz
umount
Adalah kebalikan dari perintah mount, yaitu untuk meng-unmount filesystem dari mount-
pointnya. Setelah perintah ini dijalankan direktori yang menjadi mount-point tidak lagi bisa
digunakan.
# umount <filesystem>
unalias
Kebalikan dari perintah alias, perintah ini akan membatalkan sebuah alias. Jadi untuk
membatalkan alias dir seperti telah dicontohkan diatas, gunakan perintah:
$ unalias dir
unzip
Digunakan untuk mengekstrak atau menguraikan file yang dikompres dengan zip. Sintaknya
sederhana dan akan mengekstrak file yang anda tentukan:
$ unzip <namafile>
wall
Mengirimkan dan memberitahu tentang isi pesan dan menampilkannya di terminal tiap user
yang sedang login. Perintah ini berguna bagi superuser atau root untuk memberikan peringatan
ke seluruh user, misalnya pemberitahuan bahwa server sesaat lagi akan dimatikan.
# wall Dear, everyone..... Maaf Saya LAgi Marah, server akan saya matikan 10 menit lagi.
who
Untuk menampilkan siapa saja yang sedang login dan aktif / sedang menjalankan program .
Perintah ini akan menampilkan informasi mengenai login name, jenis terminal, waktu login dan
remote hostname untuk setiap user yang saat itu sedang login. Misalnya:
$ who
root ttyp0 May 22 11:44
flory ttyp2 May 22 11:59
pooh ttyp3 May 22 12:08
xhost +
Perintah ini digunakan untuk memberi akses atau menghapus akses(xhost -) host atau user ke
sebuah server X.
xset
Perintah ini untuk mengeset beberapa option di X Window seperti bunyi bel, kecepatan
mouse, font, parameter screen saver dan sebagainya. Misalnya bunyi bel dan kecepatan
mouse dapat Anda set menggunakan perintah ini:
$ xset b <volume> <frekuensi> <durasi dalam milidetik>
$ xset m <akselerasi> <threshold>

PERMISSION

Salah satu perbedaan yang paling mencolok antara Linux dan Windows adalah konsep file
permission yang sangat ketat di Linux (maupun sistem operasi keluarga Unix lainnya). Hal ini
sering kali menimbulkan kebingungan bagi pengguna yang baru berpindah dari Windows.
Sebenarnya konsep file permission itu sangat sederhana. Ia mengatur mana file yang menjadi
milik anda, milik user A, milik grup programer, atau milik root, dll. Ia juga mengatur apakah
suatu file dapat anda baca, tulis, atau eksekusi saja atau kombinasi dari ketiganya.
File permission di linux terbagi menjadi 3 yaitu bisa dilihat dibawah ini:
 Owner : penguna yang menciptakan file (pemilik file)
 Group: kelompok
 Other : penguna di luar owner group
Kepemilikan sutu file dapt di ubah dengan mengunakan perintah chown yang memiliki syntax
sebagai berikut :
#chown namauser.namagrup namafile
misalnya seperti ini :
# chown dharmo.dharmo coba.txt
*dharmo = user
*dharmo = grup
atau bisa juga anda gunakan parameter R untuk mengubah kepemilikan suatu folder langsung
aja ke contoh yah :
# chown R dharmo.dharmo /var/www/dharmo/blog
*R disana berguna pada saat anda akan merubah kepemilikan sebuah folder. Sedangkan suatu
kepemilikan suatu group dapat di ubah dengan menggunakan perantara chgrp.
#chgrp dharmo /home/dharmokasep
*dharmo = nama grup
kalo yang diubah adalah folder tinggal anda tambah -R jadi :
#chgrp -R dharmo /home/dharmokasepfolder
sebenarnya pada chown diatas anda sudah merubah kepemilikan sekaligus grup pemiliknya
kalo cuma untuk mengubah kepemilikannya tinggal anda gunakan perintah seperti ini:
#chown dharmo /var/www/dharmo/kasep
kalo yang diubah adalah folder tinggal anda tambah -R jadi :
#chown -R dharmo /var/www/dharmo/kasepfolder
*dharmo = namauser
User Permissions File dan Direktori di Linux
Karena bekerja dengan banyak user, maka hak akses file dan direktori masing-masing user
juga menjadi sangat vital. Seringkali user tertentu tidak ingin direktori dan file-filenya tidak ingin
dilihat oleh orang lain. Dan bisa juga direktori atau file-file tertentu saja yang dibolehkan untuk
dilihat orang lain. Atau bisa juga hanya group user tersebut yang boleh melihatnya tetapi group
lain tidak boleh melihatnya. Itulah gunanya user permission di Linux. Anda bisa menentukan
user atau group siapa saja yang boleh melihat file atau direktori tertentu.
Coba Anda melakukan perintah ls -l, di sebelah paling kiri akan muncul user permission dari file
dan direktori yang ditampilkan tersebut. Formatnya adalah seperti ini drwxrwxrwx yang terdiri
dari 10 digit. Dari format tersebut, dibagi ke dalam 4 segmen, yaitu:
“ d rwx rwx rwx ”

Segmen 1 menandakan tipenya, apakah berupa direktori, regular file atau link file. Kodenya
adalah:
 d = direktori
 - = regular file
 l = link file
Segmen 2 menandakan permission untuk pemilik (owner)
Segmen 3 menandakan permission untuk group
Segmen 4 menandakan permission selain pemilik dan group (others)
Untuk segmen 2, 3 dan 4 selalu berformat rwx, artinya:
r = read, akses untuk melakukan pembacaan file
w = write, akses untuk melakukan penulisan, pengeditan (rename, edit), penghapusan file
atau direktori.
x = execute, akses untuk menjalankan suatu file atau masuk ke suatu direktori.
Jadi jika format permissionnya adalah seperti ini:
1. drwxrwxr– maka hal ini berarti bahwa:
Direktori tersebut (karena diawali huruf d yang berarti direktori) dapat dibaca, diedit oleh
pemiliknya, dan pemilik tersebut juga dapat masuk ke direktori tersebut.
Direktori tersebut dapat dibaca, diedit oleh groupnya, dan groupnya dapat masuk ke
direktori tersebut.
Direktori ini hanya dapat dilihat oleh user atau group lain, tidak bisa melakukan editing
(rename dan hapus), dan tidak bisa masuk ke direktori tersebut.
2. -rw-r—–

File tersebut (karena diawali tanda – yang berarti file biasa) dapat dibaca, diedit oleh
pemiliknya, tetapi tidak bisa dieksekusi/dijalankan (layaknya .exe di windows), karena
tidak ada permission untuk execute (x).
File tersebut hanya dapat dibaca oleh groupnya, tanpa dapat diedit/dihapus dan tidak
dapat dieksekusi.
File ini tidak dapat dibaca, diedit/dihapus maupun dijalankan oleh user dan group yang
lain.
Memberikan Permission Kepada File dan Direktori
Anda sudah mengetahui permission apa saja yang ada di file dan direktori di Linux. Tetapi Anda
belum mengetahui bagaimana cara memberikan permission kepada file atau direktori tersebut.
Di Linux, untuk memberikan permission dapat dilakukan dengan perintah chmod permission
FileAtauDirektori.
Option untuk perintah chmod ini dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu menggunakan symbol
huruf dan menggunakan symbol angka. Untuk menggunakan symbol huruf, maka huruf yang
digunakan terdiri dari:
u = owner
g = group
= others
a = all
+ = menambahkan permission
- = mengurangi permission
r = permission untuk membaca (read)
w = permission untuk menulis (write)
x = permission untuk menjalankan atau masuk ke direktori (execute)
Untuk memberikan akses tulis kepada group, maka option yang harus anda berikan
adalah g+w.
Untuk menghilangkan akses baca kepada user atau group lainnya, maka option yang harus
anda berikan adalah o-r.
Selain dengan symbol huruf, Anda juga dapat menggunakan symbol angka. Symbol angka ini
harus diberikan sekaligus untuk owner, group dan others. Jadi, kalau di symbol huruf anda bisa
memberikan permission untuk owner, group atau others saja, maka di symbol angka ini harus
diberikan sekaligus. Karena itu, symbol angka ini selalu berisi 3 digit, dimana digit pertama akan
berisi mengenai permission owner, digit kedua untuk permission group dan digit ketiga untuk
permission others. Symbol angkanya adalah:
4 = untuk permission baca (read)
2 = untuk permission tulis (write)
1 = untuk permission menjalankan (execute)
Jadi, jika anda ingin memberikan permission seperti ini kepada user
drw-r-xr—maka perintahnya bila menggunakan symbol huruf adalah:
$ chmod u+rw,u-x,g+r,g-wx,o+r,o-wx file
bila menggunakan symbol angka, maka perintahnya:
$ chmod 654 file
Angka 6 berarti akses baca dan tulis, karena akses baca adalah 4 dan tulis adalah 2, maka
jumlahnya adalah 6. Demikian juga untuk permission group, angka 5 berasal dari permission
baca yang bernilai 4 dan permission menjalankan yang bernilai 1. Karena user atau group
lainnya hanya boleh membaca saja, maka diberikan nilai 4.

Contoh lain lagi, misalkan permission awalnya adalah seperti ini drwxrw—- dan kita ingin
menggantinya menjadi seperti ini drw-r-x—, maka perintahnya:
$ chmod u-x, g-w,g+x file
atau
$ chmod 654 file
Untuk mengganti pemilik dari suatu file atau direktori, gunakan perintah
berikut: chown PemilikBaru NamaFileAtauDirektori
Untuk mengganti group dari suatu file atau direktori, gunakan perintah beikut: chgrp GroupBaru
NamaFileAtauDirektori.






SUMBER Koetaradja48

Baca selengkapnya